loading...
Jumat, 21 Oktober 2016

Dialog Istiwa,Wahabi Akhirnya Menyerah



DIALOG TENTANG MAKNA DZOHIR AYAT ISTIWA’

debat

 http://cnmbvc.blogspot.com/2016/10/dialog-istiwawahabi-akhirnya-menyerah.html

dialog ini di ambil dari dialog asli dengan tidak menyebut nama yg bersangkutan.
dialog bermula dari sini :

Aswaja :
ﻭﺳﺌﻞ ﺫﻭ ﺍﻟﻨﻮﻥ ﻋﻦ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
(ﺍﻟﺮَّﺣﻤﻦُُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ ‏) ‏ (ﻃﻪ 5/‏) ، ﻓﻘﺎﻝ ‏ (3 ‏) : ﺃﺛ�'ﺖ ﺫﺍﺗﻪ ﻭﻧﻔﻰ ﻣﻜﺎﻧﻪ ، ﻓﻬﻮ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻭﺍﻷﺷﻴﺎﺀ ﻣﻮﺟﻮﺩﺓ ﺑﺤﻜﻤﺔ ﻛﻤﺎ ﺷﺎﺀ ﺳ�'ﺤﺎﻧﻪ! ﺍﻫـ. ‏ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﺍﻟﻘﺸﻴﺮﻳﺔ ‏ (ﺹ 6/‏) . ‏

ini pernyataan syeikh dzunnun al-mishri terkait ayat yg menerangkan istiwa’ nya Allah :
Dzunnun almishri ditanya tentang ayat :
ﺍﻟﺮَّﺣﻤﻦُُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ ‏) ‏ (ﻃﻪ 5)

beliau menjawab :
Allah menetapkan zat nya dan menafikan tempatnya, Allah ada dengan zatnya dan benda-benda ada karena ada hikmah seperti yg dikehendaki oleh Allah. arrisalah alqusyairiyah hal : 6.

Wahabi : di antara makna istiwa’.
استوى/استوى على يستوي ، استَوِ ، استواءً ، فهو مُس�'تَوٍ ، والمفعول مُس�'تَوًى عليه
اِس�'تَوَى الطَّعامُ ، أَوِ التَّم�'رُ ، أَوِ الفاكِهَةُ : نَضِجَ
اِس�'تَوَتِ الأَر�'ضُ : صارَت�' مُن�'بَسِطَةً
اِس�'تَوَت�' بِهِ الأر�'ضُ : هلَكَ فِيها
اِس�'تَوى عَلَي�'هِ : اِس�'تَو�'لى ، مَلَكَ
اس�'تَوَى : استقامَ واعتدَلَ
اس�'تَوَى الشيئان : تساويا
اس�'تَوَى فلانٌ : تَمَّ شبابُه
اس�'تَوَت الأرضُ : صارت جَد�'بًا
اس�'تَوَت به الأرضُ : هلك فيها
اس�'تَوَى على كذا ، أو فوقه : علا وصَعد
اس�'تَوَى : استقرَّ وثبت
اس�'تَوَى إِليه : قَصَدَ وتوجَّه لا يَلوِي على شيء

Aswaja : iya memang banyak arti istiwa’, di kitab” tafsir pun banyak makna nya tapi jatuh kepada metode takwil.
Wahabi : Ya Tadz
Masya Allah Dzun Nun.

Aswaja : kehati”an ulama’ dari memaknai istiwa’ nya Allah
wahabi : Pilihan Asy’ariyah dengan tafwidh dan takwil.
Pilihan Atsariyah dalam memahami makna istawa adalah pilihan. Mau diartikan
استولي و ملك,
Mau diartikan علا و ارتفع Gak bisa dipaksa. Makna istawa dalam perdebatan kalam mengerucut pada 2 :
استولي و ملك.

Aswaja : jadi menurut bapak arti ayat tersebut adalah : dzat Allah bersemayam d atas arsy ya?
Wahabi : Ya.

Aswaja : oh d artikan secara dzohir ayat begitu?
Wahabi : Ya, dan Buat yg mengartikan bukan dzat Allah SWT seperti. madzhab Asy’ariyah dan Maturidiyah adalah juga pilihan.

Aswaja : bagaimana dg ayat ini?
ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠ�'ﻴَﺘَﻮَﻛَّﻞِ ﺍﻟ�'ﻤُﺆ�'ﻣِﻨُﻮﻥَ ‏ (10 ‏) ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ

apakah mw d artikan secara dzohir ayat jg?
Wahabi : Tadz. Ana yakin antum udah paham semua maksud ana.

Aswaja : jawab dlu dg kepala dingin 🙃😊
Wahabi : Hujjah kaum Asy’ariyah tentang hal tersebut sangat dahsyat dan memukau. Saya tidak menafikan hal. itu.
Hujjah dengan ayat2 yg lain.

Aswaja : monggo d artikan secara dzohir ayat
Wahabi : Tadz. Ana ndak sepandai itu.
Wahabi : Ana nyerah

Aswaja : silahkan jika anda ingin mengartikan ayat tersebut dg arti dzohir
Wahabi : Iya Tadz, nyerah.
Baca Juga:Kisah Kucing Rasulullah Bernama Muueza
● Diskusi pun selesai dari pihak wahabi tidak berani mengartikan surat al-mujadalah ayat 10 dengan makna dzohir padahal sebelum nya dia berani mengartikan ayat yg lain dengan makna dzohir.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Dialog Istiwa,Wahabi Akhirnya Menyerah

0 komentar:

Posting Komentar